Saturday, 14 May 2016

BATAS
by Aan Mansyur


Semua perihal diciptakan sebagai batas. 
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. 
Hari ini membatasi besok dan kemarin. 
Besok batas hari ini dan lusa. 
Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota. 
Juga rumahmu dan seluruh tempat dimana pernah ada kita.

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. 
Resah di dadamu dan rahasia yang menanti dijantung puisi ini dipisahkan kata-kata. 
Begitu pula rindu,  hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. 
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya, dan sebaliknya. 
Atau senyummu, dinding diantara aku dan ketidakwarasan. 
Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dan tidur.

Apa kabar hari ini ?
Lihat,  tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.



Labels: , ,

Tuesday, 25 December 2012

Habibie untuk Ainun


“Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi……

……Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya.

Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku…

Selamat jalan, calon bidadari surgaku…”

BJ.Habibie


Labels: , , , , ,